KEN AROK MEMBELA DIRI……..
“Syahdan dikisahkan bahwa Ken
Arok memesan
sebilah keris kepada Mpu Gandring,maka oleh Sang Mpu di sanggupi keinginan Ken
Arok. Berhari-hari bahkan berminggu-minggu sang Mpu memohon petunjuk kepada
Sang Widi, memohon di berikan petunjuk keris seperti apakah dan bahan apakah
yang cocok digunakan untuk keris pesanan Ken Arok. Ketika petunjuk telah
didapatkan ,maka di mulailah proses pembuatan bilah keris tersebut,berhari-nari
proses penempaan di lakukan untuk membuat bilah keris yang dipesan,dan pada
suatu hari Ken Arok datang menanyakan
kepada Mpu Gandring sudah rampungkah keris pesanannya,dan ternyata memang belum
selesai bilah keris itu ditempa oleh sang Mpu. Selanjutnya hari berganti dan masa
yang di janjikan selesainya keris pesanan oleh Sang Mpu sudah terlewati ,maka
Ken Arok pun datang untuk mengambil keris pesanannya,akan tetapi oleh Sang Mpu
dijawab bahwa keris belum jadi, Ken Arok bertanya-tanya dalam hati ada apa
dengan Mpu gandring ,mengapa keris yang dijanjikan masa selesainya belum jadi ?
disitu Ken Arok melihat sebilah keris baru yang pesinya sudah di balut dan
diberi Jejeran bambu yang bentuk bilah keris itu begitu indah,Ken Arok berpikir
bahwa tidak mungkin keris yang sudah dibalut dan di beri Jejeran akan di tempa
lagi karena bisa terbakar balutan dan jejerannya ,maka Ken Arok
meminjam keris tersebut dan menimang-nimangnya ,dia melihat keindahan dan
kehalusan
garap dari Sang Mpu terhadap keris tersebut dan ketika Sang Mpu
memintanya oleh Ken Arok keris tersebut ditusukan kepada Sang Mpu dan matilah
Mpu Gandring “
Dari pemaparan cerita diatas saya
mencoba membangkitkan atau menghidupkan kembali tokoh Jawa yang begitu Terkenal
Raja Singhasari yang pertama KEN AROK, dimana ketika itu dia menjadi seorang
prajurit tumapel yang mempunyai cita-cita tinggi. Maka sebagai seorang kesatria
Ken Arok memesan sebilah keris kepada Mpu Gandring. Kata “Memesan” berarti terjadi
transaksi “Jer Basuki Mawa Beya” antara Ken Arok dan Mpu Gandring karena
ketika kita menginginkan untuk mebeli/memesan pasti akan mengeluarkan biaya
walaupun baru kesepakatan belum tunai pembayarannya atau sudah DP. Tetapi mengapa
setelah keris sudah jadi Mpu Gandring tidak segera memberikannya kepada ken
Arok…? Alasannya menurut pemikiran saya :
- Karena Bilah keris yang dipesan Ken Arok begitu indah
- Mungkin setelah ditayuh atau nayuh serta di TEPUS bilah kerisnya sang Mpu melihat kepantasan dari siapa yang cocok memilikinya serta kekuatan dari keris tersebut yang begitu hebat
- Rasa Ingin memiliki keris tersebut
Maka sebagai pemesan Ken Arok
ingin menuntut haknya, karena kalaupun diminta keris itu tidak akan di berikan
oleh Mpu Gandring maka seketika itu
dibunuhlah Mpu Gandring. Dalam hal ini Kesalahan Ken Arok hanyalah membunuh sang
Mpu dan itupun tidak direncanakan ,karena dia menuntut Haknya sebagai pemesan ,karena
sudah ada kesepakatannya . Disini kalo kasus ini dicermati dengan bahasa
pengadilan mungkin Ken Arok akan memberikan pembelaan seperti diatas….. dan
mungkin saya akan menjadi Lawyernya dia karena cap sebagai pembunuh begitu
kental disematkan kepadanya dalam tulisan-tulisan sejarah di sekolah-sekolah
tetapi tidak ada pengkajian tentang sebab musabab dan menjadikan akibat
terjadinya pembunuhan. Maka saya mengajak kepada para pecinta Tosan Aji
sekaliyan untuk bisa menggali sejarah-sejarah Pakerisan serta teori-teori yang
menyelubunginya . maka oleh alasan itulah saya menulis artikel ini mencoba
membangkitkan/menghidupkan Tokoh KEN AROK. (bersambung)
KRT.SINGHAWIJAYA
Karaton Surakarta Hadiningrat



